| Sumber: Tribunnews Bogor |
Mungkin hampir semua orang sangat yakin kalau tubuh memerlukan banyak air agar tubuh dapat bekerja dengan baik. Namun, ternyata presepsi itu dinyatakan salah karena sebenarnya terlalu banyak meminum air dapat membahayakan tubuh itu sendiri.
Dikutip dari AKURAT.CO, kondisi terlalu banyak air dalam tubuh ini disebut overhidrasi. Hal ini terjadi ketika tubuh menahan lebih banyak cairan yang tidak bisa disingkirkan sepenuhnya oleh ginjal.
Dan yang lebih parah lagi, kondisi ini bisa melarutkan zat-zat penting yang ada didalam darah, bahkan juga bisa melarutkan garam dan elektrolit yang ada dalam tubuh. Akibatnya, terjadi lah hiponatremia, atau suatu kondisi di mana kadar sodium sangat rendah sehingga membahayakan tubuh.
Biasa overdehidarsi sendiri ditandai dengan gejala mual dan muntah, pusing-pusing, serta gangguan mental berupa kebingungan atau tak bisa menentukan arah. Jika tak segera diatasi dan sodium terus saja rendah di dalam darah, hal ini bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Gangguan kesehatan itu meliputi otot lemah, kejang otot, kram, tak sadarkan diri, bahkan koma.
Pada orang yang sehat, cara terbaik untuk memeriksa kecukupan cairan adalah dengan memperhatikan warna air kencing. Jika air kencing berwarna kuning pucat, berarti tubuh dalam kondisi cukup cairan. Jika air kencing berwarna pekat, berarti tubuh mengalami dehidrasi atau kurang cairan. Jika air kencing tak berwarna, berarti tubuh dalam kondisi overhidrasi.
Yang perlu diingat, kematian akibat overhidrasi memang jarang terjadi, tetapi bukan berarti mustahil. Jika elektrolit anjlok terlalu cepat akibat overhidrasi, hal ini bisa berakibat sangat fatal.
Jadi, mulai sekarang kita harus bijak dalam menentukan seberapa banyak asupan cairan dalam tubuh.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar