![]() |
| Liputan6.com |
Diduga akibat tindakan brutal yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (26/9/2019), dua mahasiswa dikabarkan tewas.
"Yang sudah meninggal itu sudah dipastikan dua orang," kata Ketua BEM Teknik Universitas Halu Oleo Kendari, La Ramli, Jakarta, Jumat (27/9/2019).
Dimana dua mahasiswa itu atas nama Randi (22), Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo dan Muhammad Yusuf Kardawi Program Studi D3 Teknik Sipil Universitas Halu Oleo. Dimana Yusuf dikabarkan meninggal dunia pada pukul 04.00 WITA di Rumah Sakit Ismoyo atau RS Korem Kendari.
Belum tau penyebab pastinya, namun diketahui Yusuf meninggal karena ditembak dan dipukul. Terkait hal ini, ia mengaku belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait meninggalnya Yusuf.
"Itu kan pada saat aksi kemarin, sempat di bawa ke Rumah Sakit Tentara, tapi saya tidak tahu pasti, dia dikupul atau ditembak, tapi ada beberapa yang mengatakan dia itu ditembak," ujarnya.
Melansir dari Akurat.co, unjuk rasa tersebut sebagai bentuk penyuaraan pandangan mereka terkait beberapa Rancangan Undang-undang (RUU) yang dibahas DPR RI. Dengan tuntutan antaranya, yakni pencabutan UU KPK, menolak RKHUP dan menolak RUU Pertanahan.
Yang kemudian kericuhan pun tak terhindarkan saat terjadi saling dorong pagar kantor DPRD antarmassa dan pihak keamanan. Kemudian massa melempari barisan polisi yang berada di halaman kantor DPRD dengan kayu dan batu. Lemparan dari massa dibalas dengan semburan air dari watercannon dan tembakan gas air mata oleh polisi yang akhirnya berhasil memecah belah massa. Dimana akibat unjuk rasa ini, kaca kantor DPRD Sultra picah dan sebagian pagar DPRD Sultra roboh.
Sumber: Akurat.co
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2923330/original/072335600_1569509155-IMG_20190926_131722.jpg)
Komentar
Posting Komentar